15 September 2014

Berbusana


“Nyambung nggak?”

Sering sekali kalimat ini muncul ketika ada teman sedang mematut diri di depan cermin saat mau berangkat bepergian, meminta pendapat teman lain mengenai padu padan busana yang sedang dia kenakan. Di kosan saya ada cermin yang bisa dipakai berjamaah di ruang depan, jadi biasanya pada jam-jam sibuk mau berangkat beraktivitas, pada antri berkaca di depannya.

Kalau ada raut wajah yang tidak yakin menjawab “iya”, berarti ada yang belum beres dengan padu padan warna yang sedang dia pakai. Biasanya akan muncul berbagai tanggapan seperti ini. (seolah komentator fashion ngetop gitu).

“Emm, ijonya agak tuaan dikit. Coba deh pakai yang lebih cerah!”

“Wah, itu nabrak lagi!”

“Mendingan jilbab yang ini dipasangin sama baju yang garis-garis itu lho! Cantik deh!”

Lalu yang dikomentari akan ber”yaaa” kecewa dan mengobrak-abrik lagi koleksinya untuk dipadu padankan sehingga penonton merasa pas dengan kombinasi warna yang dipakainya.

Pernah mengalami?

:D

Tentu hampir semua orang sepakat kalau berpenampilan rapi itu penting. Kalau rapi enak kan dipandang mata. Menunjukkan wibawa dan kharisma si pemakai pakaian itu. Ada pepatah Jawa yang mengatakan ajining diri ono ing lathi, ajining rogo ono ing busono. Artinya kurang lebih adalah harga diri seseorang itu bisa dilihat dari cara dia berbicara dan cara berpakaian. Nah, menurut saya di sinilah poin pentingnya mengapa berpakaian rapi itu perlu.

Jadi kalau saya dan teman-teman suka saling komentar “nyambung-nggaknya” padu padanan kostum, itu adalah bagian dari keinginan untuk berpenampilan rapi dan enak dipandang mata.

Tapi kadang-kadang teman-teman itu juga suka lho nyeletuk begini, “Siapa juga yang mau merhatiin penampilan kamu! Kalau kamu nyaman dengan pakaian seperti itu ya sudah. Nggak usah ambil pusing dengan apa kata orang!”

Ada benarnya juga sih ya! Kalau kita selalu ingin menjadi seperti yang orang katakan, bisa-bisa malah nggak jadi pakai baju. Ups! Bahaya malah. Itupun pasti orang akan berkomentar lagi begini begitu.

Jadi?


Jadi…kalau menurut saya kita kembali lagi pada tujuan kita berbusana. Hhee… singkat amat ya!


Optimizer, apa kamu punya prinsip atau gaya sendiri dalam berbusana?

4 komentar:

  1. Awal-awal kuliah masih suka cuek sama padu-padan warna, secara pas masih SMA tinggal pake seragam.
    Barulah mulai agak 'ngeh' setelah dikomentari temen2 yg 'gak nyaman' liat bajuku. Hehe,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi dulu suka main tabrak lari gitu ya, Oryz? :D
      Berarti sekarang sudah berubah dong jadi mempedulikan penampilan. Cie...jadi tambah cantik dong! :D

      Hapus
  2. Salah pemilihan warna bisa bikin mata sakit loh. Hahah.. Jadi perhatian orang dalam konotasi yang negatif kadang ngga enak jugak, makanya mau ngga mau mesti matching :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pake jeans warna merah cabe terus atasannya kaos kuning menyala gitu gimana menurutmu, Beb? :D
      Berarti kamu orangnya termasuk peduli sama penampilan ya?! #tos :P

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon tinggalkan pesan jika berkenan. :)