Tampilkan postingan dengan label puisi; hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi; hikmah. Tampilkan semua postingan

23 September 2014

Izinkan aku membunuhmu tanpa penyesalan


Izinkan aku membunuhmu
tanpa penyesalan



Lihatlah
Matahari sudah tenggelam lagi
Jika besok dia kembali berbaik hati
Maka yang semula tujuh
Berkurang menjadi enam
Lalu menjadi lima
Lalu menjadi empat
Lalu berkurang lagi satu, satu, satu
Dan aku akan mati!

Oleh karena itu
Ijinkan aku
Membunuhmu tanpa penyesalan
Sebelum yang tujuh menjadi nol
Dan aku hanya tinggal nama

Meskipun besok
Ayam jantan berkokok di jam yang sama
Dan hitungan kita tinggal tersisa dua
Aku tidak akan menyesal
Karena telah menghabisimu
Dengan jerih payah pantang menyerah
Dan jika yang tersisa tinggal nol saja
Aku ingin penutup yang khusnul khotimah


ups, gambar siapa yang kedownload bertahun lalu ini?? 


*** Astaga! Puisi dari penyair amatiran ini akhirnya nongol juga.
Kalau tidak pas diksi, sajak dan rimanya jangan salahkan saya. Ambil hikmahnya saja ya. Hahaha! Saya tahu masih minim kosakata. #tutup muka

Optimizer, apakah kamu suka puisi? Membuat puisi atau penikmat puisi atau dua-duanya? Adakah yang mau membuatkan saya sebuah puisi? :D